PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sungguh mulia menjadi seorang ibu.
Tuhan telah menganugrahinya kelembutan dan kasih sayang. Ibu akan makin
sempurna bila juga mampu memberikan awal kehidupan yang terbaik. Dan,
Sebenarnya tidak ada ibu yang tidak mampu memberikannya, karena tuhan telah
menitipkannya. Air susu ibu adalah makanan terbaik di awal kehidupan bayi. Tak
ada yang dapat menyamainya. Dan sampai 4 - 6 bulan akan menjadi sendi-sendi
kehidupan yang terbaik baginya kelak. Simaklah juga betapa Asi eksklusif tidak
sekedar bermakna memberi minum saat dia haus dan memberi makan saat dia lapar.
Di balik ritme pemberian ASI secara Eksklusif itu terkandung manfaat yang besar
baik bagi si kecil, ibu, ayah, dan juga negara
( Utami Roesli. 2000. Mengenal ASI Eksklusif ).
Pentingnya pemberian ASI Eksklusif
terlihat dari peran dunia yaitu pada tahun 2006 WHO (World Health Organization)
mengeluarkan Standar Pertumbuhan Anak yang kemudian diterapkan di seluruh dunia
yang isinya adalah menekankan pentingnya pemberian ASI saja kepada bayi sejak
lahir sampai usia 6 bulan. Setelah itu, barulah bayi mulai diberikan makanan
pendamping ASI sambil tetap disusui hingga usianya mencapai 2 tahun. Sejalan
dengan peraturan yang di tetapkan oleh WHO. Di Indonesia juga menerapkan
peraturan terkait pentingnya ASI Eksklusif yaitu dengan mengeluarkan Peraturan
Pemerintah (PP) nomor 33/2012 tentang pemberian ASI Eksklusif. Peraturan ini
menyatakan kewajiban ibu untuk menyusui bayinya sejak lahir sampai bayi berusia
6 bulan.
ASI Eksklusif merupakan sumber gizi
yang ideal karena komposisinya seimbang secara alami dan sesuai dengan
pertumbuhan dan perkembangan bayi, sehingga ASI Eksklusif merupakan makanan
yang paling sempurna bagi bayi kualitas dan kuantitasnya, disamping murah,
mudah didapat dan juga pemberiannya bisa dilakukan setiap hari makanan pertama
yang terbaik dan paling sempurna untuk bayi. Kandungan gizinya yang tinggi dan
adanya zat kebal didalamnya, membuat ASI Eksklusif tidak tergantikan oleh susu
fomula yang paling hebat dan mahal sekalipun, selain itu ASI Eksklusif juga
tidak pernah basi, selama masih dalam tempatnya. Terkait itu, ada satu hal yang
disayangkan yakni rendahnya pemahaman ibu, keluarga dan masyarakat mengenai
pentingnya ASI Eksklusif bagi bayi. Akibatnya program pemberian ASI Eksklusif
tidak berlangsung secara optimal (yuliarti.2010).
Hasil penelitian oleh para pakar
menunjukan bahwa gangguan pertumbuhan pada awal pertumbuhan balita, antara lain
disebabkan kekurangan gizi sejak bayi dalam kandungan, pemberian makanan
tambahan terlalu dini atau terlalu lambat, makanan tambahan tidak cukup
mengandung energi dan zat gizi mikro terutama mineral, besi dan seng, perawatan
bayi yang kurang memadai dan ibu tidak berhasil memberikan ASI Eksklusif kepada
bayinya (Supriyono, 2008).
Dampak bagi bayi jika tidak diberikan
ASI Eksklusif , selama 13 minggu pertama dalam kehidupannya memiliki tingkat
infeksi pernafasan dan infeksi saluran cerna yang lebih tinggi dibandingkan
dengan bayi-bayi lain yang diberikan ASI secara Eksklusif. Menurunnya tingkat
infeksi saluran cerna ini tetap bertahan bahkan sesudah selesai masa pemberian
ASI dan berlanjut hingga tahun-tahun pertama dalam kehidupan anak Selain itu,
bayi-bayi yang tidak diberikan ASI Eksklusif mudah terkena penyakit - penyakit
lain yang berhubungan dengan kekebalan tubuh (Melani,2010).
Data di Dinas Kesehatan Kota Manado
tahun 2014, menunjukan bahwa jumlah bayi di kota Manado sebanyak 7,150 bayi dan
yang diberikan ASI Eksklusif hanya sejumlah 274 orang bayi (9,59%) (Anonim,
2012).
Data Kelurahan Karame yang di peroleh
dari Puskesmas Wawonasa Kecamatan Singkil pada bulan Januari sampai Desember
tahun 2014 menunjukan bahwa dari 91 bayi
yang telah lahir normal diberi ASI Eksklusif sebanyak 54 bayi (59%) dan
terdapat 37 bayi yang tidak diberikan ASI Eksklusif (41,%), Sedangkan hasil
survei awal di kelurahan Karame Kecamatan Singkil pada Bulan November 2014
terdapat 6 bayi yang lahir normal diberikan ASI eksklusif sebanyak orang dan terdapat 2 bayi yang tidak
diberikan ASI eksklusif, masih adanya bayi yang tidak diberikan ASI eksklusif
disebabkan karena ketidak tahuan ibu hamil mengenai pemberian ASI Eksklusif dan
juga salah satu faktor penghambat ibu
percaya dengan ASI adalah media yang
mana mempromosikan susu formula, padahal sesuai dengan Peraturan Mentri
Kesehatan Republik Indonesia No 39 Tahun 2013 tentang pemberian susu formula
dan produk lainnya bahwa promosi susu formula harus sesuai dengan ketentuan
yang berlaku, tapi jika melihat kenyataan tidak sebagaimana peraturan yang ada.
Pada akhirnya melalui promosi susu formula yang makin gencar diperparah kembali
dengan kebijakan setiap rumah sakit yang masih belum tegas mengakibatkan
meningkatkannya penggunaan susu formula dari pada ASI.
Berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik
untuk melakukan penelitian Gambaran
Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang ASI Eksklusif Di Kelurahan Karame
Kecamatan Singkil Kota Manado, sehingga nantinya dapat dipergunakan sebagai
bahan pertimbangan dalam upaya meningkatkan penyuluhan kepada ibu-ibu hamil
mengenai pentingnya pemberian ASI Eksklusif pada bayi.
B. Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut,
maka rumusan masalah penelitian ini” Bagaimana Gambarang Tingkat Pengetahuan
Ibu Hamil Tentang ASI Eksklusif Di Kelurahan Karame Kecamatan Singkil Kota
Manado”
C. Tujuan
1. Tujuan Umum
Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya
pemberian ASI Eksklusif di Kelurahan
Karame Kecamatan Singkil Kota Manado.
2. Tujuan khusus
Untuk mengetahui gambaran tingkat
pengetahuan ibu hamil terhadap pentingnya ASI eksklusif berdasarkan
karakteristik umur, jenjang pendidikan dan jumlah anak.
D. Manfaat penelitian
1. Secara Teoritis
Penelitian ini diharpkan dapat memberi
sumbangan atau kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan penerapannya,
khususnya dibidang kesehatanbagi instansi dan daerah terkait dan bagi para
peneliti untuk dapat melanjutkan kajian tentang ASI Eksklusif.
2. Secara Praktis
Hasil penelitian diharapkan dapat
menjadi masukan dan memberi informasi yang benar tentang ASI Eksklisif bagi
para ibu hamil di Kelurahan Karame Kecamatan Singkil Kota Manado, sehingga
dapat meningkatkan kesiapan untuk menghadapinya (saryono, SKp, Mkes, 2011).
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan Umum Tentang
Pengetahuan
1. Pengertian Pengetahuan
Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa
Indonesia), pengetahuan bisa dimaknai sebagai segala sesuatu yang diketahui,
Pengetahuan dan ilmu selalu dihubungkan dengan sekolah dan pendidikan . Padahal
pengertian pengetahuan tidak hanya terbatas pada kedua hal tersebut. Kegiatan
sehari-hari juga bisa memberikan pengetahuan, misalnya saat bermain, menonton
televisi, mendengar radiao, dan kegiatan ringan lainnya. Pengtahuan yang
seperti itulah yang biasanya lebih mudah diingat dan melekat dalam pikiran
kita. Karena sesungguhnya cara termudah untuk mendapat pengetahuan bukanlah
dengan menghafal, tetapi memahami dan mencoba melakukannya. Berikut ini adalah
pengertian pengetahuan menurut para ahli atau pakar.
a. Menurut Notoatmodjo
(2007), pengetahuan adalah merupakan hasil dari tahu dan ini setelah orang
melakukan penginderaan terhadap obyek tertentu. Penginderaan terjadi melalui
panca indera manusia, yakni indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa
dan raba. Sebagaian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan
telinga.
b. Menurut Ngatimin
(1990), pengetahuan adalah sebagai ingatan atas bahan-bahan yang telah dipelajari dan
mungkin ini menyangkut tentang mengikat kembali sekumpulan bahan yang luas dari
hal-hal yang terperinci oleh teori, tetapi apa yang diberikan menggunakan
ingatan akan keterangan yang sesuai.
2. Sumber Pengetahuan
Menurut Istiarti (2000), pengetahuan
seseorang biasanya diperoleh dari berbagai macam sumber, misalnya media massa,
media elektronik, buku petunjuk, petugas kesehatan, media poster, kerabat
dekat, dan sebagainya. Sumber pengetahuan dapat berupa pemimpin- pemimpin
masyarakat baik formal maupun informal, ahli agama, pemegang pemerintahan, dan
sebagainya (Notoatmodjo, 2005).
3. Tingkat pengetahuan
Menurut Notoatmodjo (2003),
pengetahuan yang tercakup dalam domain mempunyai 6 tingkatan, yaitu :
a. Tahu (Know)
Tahu diartikan sebagai mengingat
suatu materi yang telah dipelajari
sebelumnya.
b. Memahami
(Comprehension)
Memahami adalah suatu kemampuan untuk
menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui dan dapat
menginterpretasikan materi tersebut secara benar.
c. Aplikasi (Aplication)
Aplikasi diartikan suatu kemampuan
untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi dan kondisi
sebenarnya.
d. Analisis (Analysis)
Analisis adalah suatu kemampuan untuk
menjabarkan suatu materi atau objek ke dalam komponen-komponen tetapi masih di
dalam satu struktur organisasi dan masih ada kaitannya satu sama lain.
e. Sintesis (Synthesis)
Sintesis menunjuk pada suatu
kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian dalam suatu bentuk
keseluruhan yang baru dengan kata lain suatu kemampuan untuk menyusun suatu
formula baru dan formulasi-formulasi yang ada.
f. Evaluasi (Evaluation)
Evaluasi berkaitan dengan kemampuan
untuk melakukan penilaian terhadap suatu materi atau objek.
4. Faktor Yang
Mempengaruhi Tingkat Pengetahuan
Adapun faktor yang sering
mempengaruhi tingkat pengetahuan seseorang menurut para pakar dan ahli.
Menurut Notoatmodjo (2007), ada
beberapa faktor yang mempengaruhi pengetahuan seseorang yaitu:
a. Pendidikan
Pendidikan adalah suatu
usaha untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan di dalam dan di luar sekolah
dan berlangsung seumur hidup. Pengetahuan sangat erat kaitannya dengan
pendidikan tinggi, maka orang tersebut akan semakin luas pula pengetahuannya.
Namun perlu ditekankan bahwa seorang yang perpendidikan rendah tidak berarti
mutlak berpengetahuan rendah pula.
b. informasi
Informasi yang di peroleh baik dari
pendidikan formal maupun non formal dapat memberikan pengaruh jangka pendek
(immediate impact) sehingga menghasilkan perubahan atau peningkatan
pengetahuan.
c. Sosial Budaya dan
Ekonomi
Kebiasaan tradisi yang dilakukan
orang-orang tanpa melalui penalaran apakah yang dilakukan baik atau buruk. Dengan demikian seseorang akan bertambah
pengetahuannya ealaupun tidak melakukan. Status ekonomi seseorang juga akan
menentukan tersedianya suatu fasilitas yang diperlukan ntuk kegiatan tertentu,
sehingga status sosial ekonomi ini akan mempengaruhi ekonomi seseorang.
d. Lingkungan
Lingkungan adalah segala sesuatu yang
ada disekitar individu, baik lingkungan fisik, biologis, mauppun sosial.
Lingkungan berpengaruh terhadap proses masuknya pengetahuan ke dalam individu
yang berada dalam lingkungan tersebut.
e. Pengalaman
Pengalaman sebagai sumber pengetahuan
adalah suatu cara untuk memperoleh kebenaran pengetahuan adalah suatu cara
untuk memperoleh kebenaran pengetahuan yang diperoleh dalam memecahkan masalah
yang dihadapi masa lalu.
f. Usia
Usia mempengaruhi terhadap daya
tangkap dan pola pikir seseorang. Semakin bertambah usia akan semakin
berkembang pula daya tangkap dan pola pikirnya,sehingga pengetahuannya yang
diperolehnya semakin membaik.
B. Tinjauan Umum Tentang
Asi Eksklusif
1. Tanggung Jawab Bidan
Dalam Menerapkan Asi Eksklusif
Bidan sebagai profesi mempunyai
tanggung jawab pokok pelayanan kesehatan ibu dan anak harus mampu menerapkan
konsep Asi Eksklusif agar bayi mendapatkan nutrisi yang adekuat untuk tumbuh
kembangnya. Ada dua belas konsep penerapan Asi Eksklusif yang penting dipahami
oleh bidan, yaitu pengertian Asi Eksklusif, Asi adalah mukjizat, pengelompokan
Asi, Peran Asi terhadap kecerdasan anak, Peran Asi terhadap Keseghatan,
Komposisi nutrisi dalam kolostrum, Asi dan Air Susu Sapi, cara menyusi yang
benar, pemberian segera setelah lahir, menghindari penggunaan dot.
2. Pengertian/Defenisi Asi
Eksklusif
Asi Eksklusif adalah bayi yang hanya
diberi Asi saja selama 6 bulan, tanpa tambahan cairan lain seperti susu
formula, jeruk, madu, air teh, dan air putih, seta tanpa tambahan makanan padat
seperti pisang, bubur susu, biskuit, bubur nasi, dan nasi tim. Setelah 6 bulan
baru mulai diberikan makanan pendamping Asi ( MPASI ). Asi dapat diberikan
sampai anak berusia dua tahun atau lebih (E.Retna Ambarwati, S.Si. T. 2009)
3. Asi Sebagai Mukjizat
Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa telah
memelihara dan memberi makan buah hati Ibu selama 9 bulan di dalam rahim. Setelah itu,
Tuha Yang Maha Esa merancang menyusui untuk memelihara bayi di tahun-tahun
pertama kehidupan. Air susu Ibu adalah makanan terbaik dan paling sesuai yang
pernah ada untuk bayi manusia. Yang lebih menarik lagi adalah Asi sangat
individual dan spesial karena komposisinya berbeda untuk tiap anak. Susu setiap jenis mamalia berbeda dan
bersifat spesifik untuk tiap spesies, yaitu disesuaikan dengan keperluan, laju
pertumbuhan dan kebiasaan menyusuinya. Misalnya ikan paus yang hidup dalam
lingkungan yang sangat dingin dan waktu menyusuinya singkat, kadar lemak dalam
susunya bisa mencapai 50, sedangkan kelinci yang menyusui anaknya hanya sekali
sehari, susunya mengandung kurang lebih 10% protein. Bayi manusia akan mencapai
2 kali berat lahirnya dalam waktu sekitar 6 bulan, sedangkan anak sapi hanya
memerlukan waktu 6 minggu, sehingga dapat dimengerti bahwa komposisi ASI dan
susu sapi pastilah berbeda. ASI dalam satu spesies pun berbeda. ASI seorang Ibu bisa berbeda dengan
ASI Ibu yang lain ( Ariani, dr. 2009 ).
4. Manfaat Asi Eksklusif
Menurut (Dwi Sunar Prasetyono:2009)
menyusui bayi mendatangkan keuntungan bagi Bayi, Ibu, Keluarga, Masyarakat, dan
Negara.
1. Manfaat Asi Bagi bayi
a. Ketika bayi berusia
6-12 bulan, Asi bertindak sebagai makanan utama bayi, karena mengandung lebih
dari 60% kebutuhan bayi. Setelah berumur 1 tahun, meskipun ASI hanya bisa
memenuhi 30% dari kebutuhan bayi, pemberian Asi tetap dianjurkan.
b. Para dokter menyepakati
bahwa pemberian Asi dapat mengurangi resiko infeksi lambung dan usus, sembelit,
serta alergi.
c. Bayi yang diberi Asi
lebih kebal terhadap penyakit ketimbang bayi yang tidak memperoleh Asi.
d. Asi selalu siap sedia
ketika bayi menginginkannya.
e. Apabila bayi sakit, Asi
adalah makanan yang terbaik untuk diberikan kepadanya.
f. Bayi yang lahir
prematur lebih cepat tumbuh jika diberi Asi.
g. IQ pada bayi yang
memperoleh Asi lebih tinggi 7-9 poin ketimbang bayi yang tidak diberi Asi.
2. Manfaat Bagi Ibu
a. Isapan bayi dapat
membuat rahim menciut, mempercepat kondisi ibu untuk kembali ke masa
prakehamilan, serta mengurangi risiko perdarahan.
b. Lemak disekitar panggul
dan pada yang ditimbun pada masa kehamilan berpindah ke dalam ASI, sehingga ibu
lebih cepat langsing kembali.
c. Risiko terkena kanker
rahim dan kanker payudara lebih rendah.
d. Menyusui bayi lebih
menghemat waktu .
e. Asi lebih murah.
f. ASI selalu bebas kuman
g. ASI dalam payudara
tidak pernah basi
3. Manfaat Asi Bagi
Keluarga
a. Tidak perlu
menghabiskan banyak uang untuk membeli susu formula dan peralatannya.
b. Jika bayi sehat,
berarti keluarga mengeluarkan lebih sedkit biaya guna perawatan kesehatan dan
menghemat waktu keluarga.
c. Penjarangan kehamilan
lantaran efek kontrasepsi MAL dari ASI eksklusif.
d. Menghemat tenaga
keluarga karena ASI selalu siap tersedia.
e. Keluarga tidak perlu
repot membawa botol susu, dan lain sebagainya ketika bepergian.
4. Manfaat Bagi Negara
a. Menghemat devisa negara
lantaran tidak perlu mengimpor susu formula dan peralatan lainnya.
b. Bayi sehat membuat
negara lebih sehat.
c. Penghematan pada sektor
kesehatan, karena jumlah bayi yang sakit hanya sedikit.
d. Memperbaiki kelangsungan
hidup anak dengan menurunkan angka kematian.
e. Melindungi lingkungan
lantaran tidak ada pohon yang digunakan sebagai kayu bakar untuk merebus air,
dan peralatannya.
f. ASI merupakan sumber
daya yang terus menerus diproduksi.
5. Pengelompokan Asi
Asi Stadium I
ASI Stadium I adalah kolostrum.
Kolostrum merupakan cairan yang pertama disekresi oleh kelenjar payudara dari
hari ke 1 sampai hari ke 4. Kolostrum berwarna kuning keemasan disebabkan oleh
tingginya komposisi lemak dan sel-sel hidup. Kolostrum merupakan pencahar
(pembersih usus bayi) yang membersihkan mekonium sehingga mukosa usus bayi yang
baru lahir segera bersih dan siap menerima Asi.
Asi Stadium II
Asi stadium II adalah ASI peralihan.
ASI ini diproduksi pada hari ke 4 sampai hari ke 10. Komposisi protein makin
rendah, sedangkan lemak dan hidrat arang makin tinggi dan jumlah volume ASI
semakin meningkat.
Asi Stadium III
ASI stadium III adalah ASI matur. ASI
yang disekresi dari hari ke 10 sampai seterusnya. ASI matur merupakan nutrisi
bayi yang terus berubah disesuaikan dengan perkembangan bayi sampai berumur 6
bulan (Purwanti: 2009).
C. Teknik/Cara Menyusui
Yang Benara
a. Cara
menyui yang benar
Cara menyusui yang benar adalah
memberikan ASI kepada bayi dengan perletakan dan posisi ibu dan bayi dengan benar (Suhardi dan Hesti,
2008). Memberi ASI dalam suasana yang santai bagi ibu dan bayi. Buat kondisi
ibu senyaman mungkin. Selama beberapa minggu pertama, bayi perlu diberi ASI
setiap 2, 5 – 3 jam sekali. Menjelang akhir minggu ke enam, sebagian besar
kebutuhan bayi akan ASI setiap 4 jam sekali. Jadwal ini baik sampai bayi
berumur antara 10 – 12 bulan. Pada usia ini sebagian besar bayi tidur sepanjang
malam sehingga tidak perlu lagi memberi makan di malam hari ( Saryono, 2008 ).
b. Posisi Menyusui.
1. Posisi Dekapan
Posisi klasik dan telah menjadi
kegemaran kebanyakan para ibu, posisi ini membolehkan perut bayi dan perut ibu
bertemu agar tidak perlu memutar kepalanya untuk menyusui. Kepala bayi berada
didalam dekapan, sokong kepala, badan, dan punggung bayi serta lengan bayi
perlu berada di bagian sisinya ( Saryono, 2008 ).
2. Posisi Football hold.
Posisi ini sangat sesuai jika baru
pulih dari pembedahan caesar, memiliki payudara yang besar, menyusui bayi
prematur atau bayi yang kecil ukuranya atau menyusui anak kembar pada waktu
yang bersamaan. Sokong kepala bayi dengan tangan, menggunakan bantal untuk
menyokong belakang badan bayi ( Saryono, 2009 ).
3. Posisi berbaring.
Posisi ini apabila ibu dan bayi
merasa letih. Jika baru pulih dari pembedahan caesar ini mungkin satu-satunya
posisi yang biasa dicoba pada beberapa hari pertama. Sokong kepala ibu dengan
lengan dan sokong bayi dengan tangan atas ( Saryono 2009 ).
D. Langkah – Langkah
Menyusui Yang Benar
1. Cuci tangan sebelum
menyusui.
2. Ibu duduk atau
berbaring dengan santai.
3. Membuka pakaian bagian
atas.
4. Sebelum menyusui ASI
dikeluarkan sedikit, kemudian dioleskan pada puting dan sekitar areola payudara
( cara ini mempunyai manfaat sebagai desinfektan dan menjaga kelembaban puting
susu ).
5. Meletakan bayi pada
satu lengan, kepala bayi berada pada lengkung siku ibu dan bokong bayi berada
pada lengan bawah ibu.
6. Menempelkan perut bayi
pada perut ibu dengan meletakan satu tangan bayi di belakang badan ibu yang
satu di depan, kepala bayi menghadap payudara.
7. Memposisikan bayi
dengan telinga dan lengan pada garis
lurus.
8. Memegang payudara
dengan ibu jari diatas dengan jari yang lain menopang dibawah serta jangan
menekan puting susu dan areolanya.
9. Meransang membuka mulut
bayi, menyentuh pipi dengan puting susu atau menyentuh sudut mulut bayi.
10. Setelah bayi membuka
mulut, anjurkan ibu untuk mendekatkan dengan cepat kepala bayi ke payudara ibu,
kemudian memasukan puting susu serta sebagian besar areola ke mulut bayi.
11. Setelah bayi mulai
mengisap, menganjurkan ibu tidak memegang atau menyangga payudara lagi.
12. Memperhatikan bayi
selama menyusui.
13. Cara melepas isapan
bayi, jari kelingking dimasukan ke mulut bayi melalui sudut mulut atau dagi bayi ditekan ke bawah.
14. Setelah selesai
menyusui, mengoleskan sedikit ASI ppada puting susu dan areola. Biarkan kering
dengan sendirinya.
15. Menyendawakan bayi,
Perlahan-lahan sampai bayi bersendawa, bila tidak bersendawa tunggu 11–15 menit
atau bayi ditengkurapkan dipangkuan
( Anggraini, 2010 ).
Gambaran tingkat
pengetahuan ibu hamil tentang ASI Eksklusif
Kerangka Konsep
Baik
Tahu
Cukup
Memahami
Kurang
Aplikasi
Analisa
Evaluasi
Sintesis
Keterangan:
: Variabel tidak diteliti









