Sabtu, 14 Mei 2016

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG ASI EKSKLUSIF: ROSDIANA KATIM





                                 BAB I                                   
 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
           Sungguh mulia menjadi seorang ibu. Tuhan telah menganugrahinya kelembutan dan kasih sayang. Ibu akan makin sempurna bila juga mampu memberikan awal kehidupan yang terbaik. Dan, Sebenarnya tidak ada ibu yang tidak mampu memberikannya, karena tuhan telah menitipkannya. Air susu ibu adalah makanan terbaik di awal kehidupan bayi. Tak ada yang dapat menyamainya. Dan sampai 4 - 6 bulan akan menjadi sendi-sendi kehidupan yang terbaik baginya kelak. Simaklah juga betapa Asi eksklusif tidak sekedar bermakna memberi minum saat dia haus dan memberi makan saat dia lapar. Di balik ritme pemberian ASI secara Eksklusif itu terkandung manfaat yang besar baik bagi si kecil, ibu, ayah, dan juga negara  ( Utami Roesli. 2000. Mengenal ASI Eksklusif ).
          Pentingnya pemberian ASI Eksklusif terlihat dari peran dunia yaitu pada tahun 2006 WHO (World Health Organization) mengeluarkan Standar Pertumbuhan Anak yang kemudian diterapkan di seluruh dunia yang isinya adalah menekankan pentingnya pemberian ASI saja kepada bayi sejak lahir sampai usia 6 bulan. Setelah itu, barulah bayi mulai diberikan makanan pendamping ASI sambil tetap disusui hingga usianya mencapai 2 tahun. Sejalan dengan peraturan yang di tetapkan oleh WHO. Di Indonesia juga menerapkan peraturan terkait pentingnya ASI Eksklusif yaitu dengan mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 33/2012 tentang pemberian ASI Eksklusif. Peraturan ini menyatakan kewajiban ibu untuk menyusui bayinya sejak lahir sampai bayi berusia 6 bulan.
          ASI Eksklusif merupakan sumber gizi yang ideal karena komposisinya seimbang secara alami dan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan bayi, sehingga ASI Eksklusif merupakan makanan yang paling sempurna bagi bayi kualitas dan kuantitasnya, disamping murah, mudah didapat dan juga pemberiannya bisa dilakukan setiap hari makanan pertama yang terbaik dan paling sempurna untuk bayi. Kandungan gizinya yang tinggi dan adanya zat kebal didalamnya, membuat ASI Eksklusif tidak tergantikan oleh susu fomula yang paling hebat dan mahal sekalipun, selain itu ASI Eksklusif juga tidak pernah basi, selama masih dalam tempatnya. Terkait itu, ada satu hal yang disayangkan yakni rendahnya pemahaman ibu, keluarga dan masyarakat mengenai pentingnya ASI Eksklusif bagi bayi. Akibatnya program pemberian ASI Eksklusif tidak berlangsung secara optimal (yuliarti.2010).
          Hasil penelitian oleh para pakar menunjukan bahwa gangguan pertumbuhan pada awal pertumbuhan balita, antara lain disebabkan kekurangan gizi sejak bayi dalam kandungan, pemberian makanan tambahan terlalu dini atau terlalu lambat, makanan tambahan tidak cukup mengandung energi dan zat gizi mikro terutama mineral, besi dan seng, perawatan bayi yang kurang memadai dan ibu tidak berhasil memberikan ASI Eksklusif kepada bayinya (Supriyono, 2008).
          Dampak bagi bayi jika tidak diberikan ASI Eksklusif , selama 13 minggu pertama dalam kehidupannya memiliki tingkat infeksi pernafasan dan infeksi saluran cerna yang lebih tinggi dibandingkan dengan bayi-bayi lain yang diberikan ASI secara Eksklusif. Menurunnya tingkat infeksi saluran cerna ini tetap bertahan bahkan sesudah selesai masa pemberian ASI dan berlanjut hingga tahun-tahun pertama dalam kehidupan anak Selain itu, bayi-bayi yang tidak diberikan ASI Eksklusif mudah terkena penyakit - penyakit lain yang berhubungan dengan kekebalan tubuh (Melani,2010).
          Data di Dinas Kesehatan Kota Manado tahun 2014, menunjukan bahwa jumlah bayi di kota Manado sebanyak 7,150 bayi dan yang diberikan ASI Eksklusif hanya sejumlah 274 orang bayi (9,59%) (Anonim, 2012).
          Data Kelurahan Karame yang di peroleh dari Puskesmas Wawonasa Kecamatan Singkil pada bulan Januari sampai Desember tahun 2014 menunjukan bahwa  dari 91 bayi yang telah lahir normal diberi ASI Eksklusif sebanyak 54 bayi (59%) dan terdapat 37 bayi yang tidak diberikan ASI Eksklusif (41,%), Sedangkan hasil survei awal di kelurahan Karame Kecamatan Singkil pada Bulan November 2014 terdapat 6 bayi yang lahir normal diberikan ASI eksklusif sebanyak  orang dan terdapat 2 bayi yang tidak diberikan ASI eksklusif, masih adanya bayi yang tidak diberikan ASI eksklusif disebabkan karena ketidak tahuan ibu hamil mengenai pemberian ASI Eksklusif dan juga  salah satu faktor penghambat ibu percaya dengan ASI adalah  media yang mana mempromosikan susu formula, padahal sesuai dengan Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia No 39 Tahun 2013 tentang pemberian susu formula dan produk lainnya bahwa promosi susu formula harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku, tapi jika melihat kenyataan tidak sebagaimana peraturan yang ada. Pada akhirnya melalui promosi susu formula yang makin gencar diperparah kembali dengan kebijakan setiap rumah sakit yang masih belum tegas mengakibatkan meningkatkannya penggunaan susu formula dari pada ASI.
          Berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian  Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang ASI Eksklusif Di Kelurahan Karame Kecamatan Singkil Kota Manado, sehingga nantinya dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan dalam upaya meningkatkan penyuluhan kepada ibu-ibu hamil mengenai pentingnya pemberian ASI Eksklusif pada bayi.
B. Rumusan masalah
          Berdasarkan latar belakang tersebut, maka rumusan masalah penelitian ini” Bagaimana Gambarang Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang ASI Eksklusif Di Kelurahan Karame Kecamatan Singkil Kota Manado”
C. Tujuan
1. Tujuan Umum
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya pemberian ASI Eksklusif  di Kelurahan Karame Kecamatan Singkil Kota Manado.


2. Tujuan khusus
          Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil terhadap pentingnya ASI eksklusif berdasarkan karakteristik umur, jenjang pendidikan dan jumlah anak.
D. Manfaat penelitian
1. Secara Teoritis
          Penelitian ini diharpkan dapat memberi sumbangan atau kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan penerapannya, khususnya dibidang kesehatanbagi instansi dan daerah terkait dan bagi para peneliti untuk dapat melanjutkan kajian tentang ASI Eksklusif.
2. Secara Praktis
          Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi masukan dan memberi informasi yang benar tentang ASI Eksklisif bagi para ibu hamil di Kelurahan Karame Kecamatan Singkil Kota Manado, sehingga dapat meningkatkan kesiapan untuk menghadapinya (saryono, SKp, Mkes, 2011).
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan Umum Tentang Pengetahuan
1. Pengertian Pengetahuan
          Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), pengetahuan bisa dimaknai sebagai segala sesuatu yang diketahui, Pengetahuan dan ilmu selalu dihubungkan dengan sekolah dan pendidikan . Padahal pengertian pengetahuan tidak hanya terbatas pada kedua hal tersebut. Kegiatan sehari-hari juga bisa memberikan pengetahuan, misalnya saat bermain, menonton televisi, mendengar radiao, dan kegiatan ringan lainnya. Pengtahuan yang seperti itulah yang biasanya lebih mudah diingat dan melekat dalam pikiran kita. Karena sesungguhnya cara termudah untuk mendapat pengetahuan bukanlah dengan menghafal, tetapi memahami dan mencoba melakukannya. Berikut ini adalah pengertian pengetahuan menurut para ahli atau pakar.
a. Menurut Notoatmodjo (2007), pengetahuan adalah merupakan hasil dari tahu dan ini setelah orang melakukan penginderaan terhadap obyek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia, yakni indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagaian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga.
b. Menurut Ngatimin (1990), pengetahuan adalah sebagai ingatan atas    bahan-bahan yang telah dipelajari dan mungkin ini menyangkut tentang mengikat kembali sekumpulan bahan yang luas dari hal-hal yang terperinci oleh teori, tetapi apa yang diberikan menggunakan ingatan akan keterangan yang sesuai.
2. Sumber Pengetahuan
          Menurut Istiarti (2000), pengetahuan seseorang biasanya diperoleh dari berbagai macam sumber, misalnya media massa, media elektronik, buku petunjuk, petugas kesehatan, media poster, kerabat dekat, dan sebagainya. Sumber pengetahuan dapat berupa pemimpin- pemimpin masyarakat baik formal maupun informal, ahli agama, pemegang pemerintahan, dan sebagainya (Notoatmodjo, 2005).
3. Tingkat pengetahuan
          Menurut Notoatmodjo (2003), pengetahuan yang tercakup dalam domain mempunyai 6 tingkatan, yaitu :
a. Tahu (Know)
          Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari  sebelumnya.
b. Memahami (Comprehension)
          Memahami adalah suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui dan dapat menginterpretasikan materi tersebut secara benar.
c.  Aplikasi (Aplication)
          Aplikasi diartikan suatu kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi dan kondisi sebenarnya.
d.  Analisis (Analysis)
          Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan suatu materi atau objek ke dalam komponen-komponen tetapi masih di dalam satu struktur organisasi dan masih ada kaitannya satu sama lain.
e. Sintesis (Synthesis)
          Sintesis menunjuk pada suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru dengan kata lain suatu kemampuan untuk menyusun suatu formula baru dan formulasi-formulasi yang ada.
f. Evaluasi (Evaluation)
          Evaluasi berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan penilaian terhadap suatu materi atau objek.
4. Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pengetahuan
          Adapun faktor yang sering mempengaruhi tingkat pengetahuan seseorang menurut para pakar dan ahli.
          Menurut Notoatmodjo (2007), ada beberapa faktor yang mempengaruhi pengetahuan seseorang yaitu:
a. Pendidikan
Pendidikan adalah suatu usaha untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan di dalam dan di luar sekolah dan berlangsung seumur hidup. Pengetahuan sangat erat kaitannya dengan pendidikan tinggi, maka orang tersebut akan semakin luas pula pengetahuannya. Namun perlu ditekankan bahwa seorang yang perpendidikan rendah tidak berarti mutlak berpengetahuan rendah  pula.
b.  informasi
          Informasi yang di peroleh baik dari pendidikan formal maupun non formal dapat memberikan pengaruh jangka pendek (immediate impact) sehingga menghasilkan perubahan atau peningkatan pengetahuan.
c. Sosial Budaya dan Ekonomi
          Kebiasaan tradisi yang dilakukan orang-orang tanpa melalui penalaran apakah yang dilakukan baik atau buruk.  Dengan demikian seseorang akan bertambah pengetahuannya ealaupun tidak melakukan. Status ekonomi seseorang juga akan menentukan tersedianya suatu fasilitas yang diperlukan ntuk kegiatan tertentu, sehingga status sosial ekonomi ini akan mempengaruhi ekonomi seseorang.
d. Lingkungan
          Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada disekitar individu, baik lingkungan fisik, biologis, mauppun sosial. Lingkungan berpengaruh terhadap proses masuknya pengetahuan ke dalam individu yang berada dalam lingkungan tersebut.
e. Pengalaman
          Pengalaman sebagai sumber pengetahuan adalah suatu cara untuk memperoleh kebenaran pengetahuan adalah suatu cara untuk memperoleh kebenaran pengetahuan yang diperoleh dalam memecahkan masalah yang dihadapi masa lalu.
f. Usia
          Usia mempengaruhi terhadap daya tangkap dan pola pikir seseorang. Semakin bertambah usia akan semakin berkembang pula daya tangkap dan pola pikirnya,sehingga pengetahuannya yang diperolehnya semakin membaik.

B. Tinjauan Umum Tentang Asi Eksklusif

1. Tanggung Jawab Bidan Dalam Menerapkan Asi Eksklusif

          Bidan sebagai profesi mempunyai tanggung jawab pokok pelayanan kesehatan ibu dan anak harus mampu menerapkan konsep Asi Eksklusif agar bayi mendapatkan nutrisi yang adekuat untuk tumbuh kembangnya. Ada dua belas konsep penerapan Asi Eksklusif yang penting dipahami oleh bidan, yaitu pengertian Asi Eksklusif, Asi adalah mukjizat, pengelompokan Asi, Peran Asi terhadap kecerdasan anak, Peran Asi terhadap Keseghatan, Komposisi nutrisi dalam kolostrum, Asi dan Air Susu Sapi, cara menyusi yang benar, pemberian segera setelah lahir, menghindari penggunaan dot.

2. Pengertian/Defenisi Asi Eksklusif

          Asi Eksklusif adalah bayi yang hanya diberi Asi saja selama 6 bulan, tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, dan air putih, seta tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, bubur susu, biskuit, bubur nasi, dan nasi tim. Setelah 6 bulan baru mulai diberikan makanan pendamping Asi ( MPASI ). Asi dapat diberikan sampai anak berusia dua tahun atau lebih (E.Retna Ambarwati, S.Si. T. 2009)

3. Asi Sebagai Mukjizat

          Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa telah memelihara dan  memberi  makan buah hati Ibu  selama 9 bulan di dalam rahim. Setelah itu, Tuha Yang Maha Esa merancang menyusui untuk memelihara bayi di tahun-tahun pertama kehidupan. Air susu Ibu adalah makanan terbaik dan paling sesuai yang pernah ada untuk bayi manusia. Yang lebih menarik lagi adalah Asi sangat individual dan spesial karena komposisinya berbeda untuk tiap  anak. Susu setiap jenis mamalia berbeda dan bersifat spesifik untuk tiap spesies, yaitu disesuaikan dengan keperluan, laju pertumbuhan dan kebiasaan menyusuinya. Misalnya ikan paus yang hidup dalam lingkungan yang sangat dingin dan waktu menyusuinya singkat, kadar lemak dalam susunya bisa mencapai 50, sedangkan kelinci yang menyusui anaknya hanya sekali sehari, susunya mengandung kurang lebih 10% protein. Bayi manusia akan mencapai 2 kali berat lahirnya dalam waktu sekitar 6 bulan, sedangkan anak sapi hanya memerlukan waktu 6 minggu, sehingga dapat dimengerti bahwa komposisi ASI dan susu sapi pastilah berbeda. ASI dalam satu spesies pun  berbeda. ASI seorang Ibu bisa berbeda dengan ASI Ibu yang lain ( Ariani, dr. 2009 ).

4. Manfaat Asi Eksklusif

          Menurut (Dwi Sunar Prasetyono:2009) menyusui bayi mendatangkan keuntungan bagi Bayi, Ibu, Keluarga, Masyarakat, dan Negara.

1. Manfaat Asi Bagi bayi

a. Ketika bayi berusia 6-12 bulan, Asi bertindak sebagai makanan utama bayi, karena mengandung lebih dari 60% kebutuhan bayi. Setelah berumur 1 tahun, meskipun ASI hanya bisa memenuhi 30% dari kebutuhan bayi, pemberian Asi tetap dianjurkan.
b. Para dokter menyepakati bahwa pemberian Asi dapat mengurangi resiko infeksi lambung dan usus, sembelit, serta alergi.
c. Bayi yang diberi Asi lebih kebal terhadap penyakit ketimbang bayi yang tidak memperoleh Asi.
d. Asi selalu siap sedia ketika bayi menginginkannya.
e. Apabila bayi sakit, Asi adalah makanan yang terbaik untuk diberikan kepadanya.
f. Bayi yang lahir prematur lebih cepat tumbuh jika diberi Asi.
g. IQ pada bayi yang memperoleh Asi lebih tinggi 7-9 poin ketimbang bayi yang tidak diberi Asi.
2. Manfaat Bagi Ibu
a. Isapan bayi dapat membuat rahim menciut, mempercepat kondisi ibu untuk kembali ke masa prakehamilan, serta mengurangi risiko perdarahan.
b. Lemak disekitar panggul dan pada yang ditimbun pada masa kehamilan berpindah ke dalam ASI, sehingga ibu lebih cepat langsing kembali.
c. Risiko terkena kanker rahim dan kanker payudara lebih rendah.
d. Menyusui bayi lebih menghemat waktu .
e. Asi lebih murah.
f. ASI selalu bebas kuman
g. ASI dalam payudara tidak pernah basi
3. Manfaat Asi Bagi Keluarga
a. Tidak perlu menghabiskan banyak uang untuk membeli susu formula dan peralatannya.
b. Jika bayi sehat, berarti keluarga mengeluarkan lebih sedkit biaya guna perawatan kesehatan dan menghemat waktu keluarga.
c. Penjarangan kehamilan lantaran efek kontrasepsi MAL dari ASI eksklusif.
d. Menghemat tenaga keluarga karena ASI selalu siap tersedia.
e. Keluarga tidak perlu repot membawa botol susu, dan lain sebagainya ketika bepergian.
4. Manfaat Bagi Negara
a. Menghemat devisa negara lantaran tidak perlu mengimpor susu formula dan peralatan lainnya.
b. Bayi sehat membuat negara lebih sehat.
c. Penghematan pada sektor kesehatan, karena jumlah bayi yang sakit hanya sedikit.
d. Memperbaiki kelangsungan hidup anak dengan menurunkan angka kematian.
e. Melindungi lingkungan lantaran tidak ada pohon yang digunakan sebagai kayu bakar untuk merebus air, dan peralatannya.
f. ASI merupakan sumber daya yang terus menerus diproduksi.
5.  Pengelompokan Asi
Asi Stadium I

          ASI Stadium I adalah kolostrum. Kolostrum merupakan cairan yang pertama disekresi oleh kelenjar payudara dari hari ke 1 sampai hari ke 4. Kolostrum berwarna kuning keemasan disebabkan oleh tingginya komposisi lemak dan sel-sel hidup. Kolostrum merupakan pencahar (pembersih usus bayi) yang membersihkan mekonium sehingga mukosa usus bayi yang baru lahir segera bersih dan siap menerima Asi.

Asi Stadium II

          Asi stadium II adalah ASI peralihan. ASI ini diproduksi pada hari ke 4 sampai hari ke 10. Komposisi protein makin rendah, sedangkan lemak dan hidrat arang makin tinggi dan jumlah volume ASI semakin meningkat.

Asi Stadium III

          ASI stadium III adalah ASI matur. ASI yang disekresi dari hari ke 10 sampai seterusnya. ASI matur merupakan nutrisi bayi yang terus berubah disesuaikan dengan perkembangan bayi sampai berumur 6 bulan (Purwanti: 2009).

C. Teknik/Cara Menyusui Yang Benara

 a.  Cara menyui yang benar

          Cara menyusui yang benar adalah memberikan ASI kepada bayi dengan perletakan dan posisi ibu  dan bayi dengan benar (Suhardi dan Hesti, 2008). Memberi ASI dalam suasana yang santai bagi ibu dan bayi. Buat kondisi ibu senyaman mungkin. Selama beberapa minggu pertama, bayi perlu diberi ASI setiap 2, 5 – 3 jam sekali. Menjelang akhir minggu ke enam, sebagian besar kebutuhan bayi akan ASI setiap 4 jam sekali. Jadwal ini baik sampai bayi berumur antara 10 – 12 bulan. Pada usia ini sebagian besar bayi tidur sepanjang malam sehingga tidak perlu lagi memberi makan di malam hari ( Saryono, 2008 ).

b. Posisi Menyusui.

1. Posisi Dekapan

          Posisi klasik dan telah menjadi kegemaran kebanyakan para ibu, posisi ini membolehkan perut bayi dan perut ibu bertemu agar tidak perlu memutar kepalanya untuk menyusui. Kepala bayi berada didalam dekapan, sokong kepala, badan, dan punggung bayi serta lengan bayi perlu berada di bagian sisinya ( Saryono, 2008 ).

2. Posisi Football hold.

          Posisi ini sangat sesuai jika baru pulih dari pembedahan caesar, memiliki payudara yang besar, menyusui bayi prematur atau bayi yang kecil ukuranya atau menyusui anak kembar pada waktu yang bersamaan. Sokong kepala bayi dengan tangan, menggunakan bantal untuk menyokong belakang badan bayi ( Saryono, 2009 ).

3. Posisi berbaring.

          Posisi ini apabila ibu dan bayi merasa letih. Jika baru pulih dari pembedahan caesar ini mungkin satu-satunya posisi yang biasa dicoba pada beberapa hari pertama. Sokong kepala ibu dengan lengan dan sokong bayi dengan tangan atas ( Saryono 2009 ).

D. Langkah – Langkah Menyusui Yang Benar

1. Cuci tangan sebelum menyusui.
2. Ibu duduk atau berbaring dengan santai.
3. Membuka pakaian bagian atas.
4. Sebelum menyusui ASI dikeluarkan sedikit, kemudian dioleskan pada puting dan sekitar areola payudara ( cara ini mempunyai manfaat sebagai desinfektan dan menjaga kelembaban puting susu ).
5. Meletakan bayi pada satu lengan, kepala bayi berada pada lengkung siku ibu dan bokong bayi berada pada lengan bawah ibu.
6. Menempelkan perut bayi pada perut ibu dengan meletakan satu tangan bayi di belakang badan ibu yang satu di depan, kepala bayi menghadap payudara.
7. Memposisikan bayi dengan telinga dan lengan pada  garis lurus.
8. Memegang payudara dengan ibu jari diatas dengan jari yang lain menopang dibawah serta jangan menekan puting susu dan areolanya.
9. Meransang membuka mulut bayi, menyentuh pipi dengan puting susu atau menyentuh sudut mulut bayi.
10. Setelah bayi membuka mulut, anjurkan ibu untuk mendekatkan dengan cepat kepala bayi ke payudara ibu, kemudian memasukan puting susu serta sebagian besar areola ke mulut bayi.
11. Setelah bayi mulai mengisap, menganjurkan ibu tidak memegang atau menyangga payudara lagi.
12. Memperhatikan bayi selama menyusui.
13. Cara melepas isapan bayi, jari kelingking dimasukan ke mulut bayi melalui   sudut mulut atau dagi bayi ditekan ke bawah.
14. Setelah selesai menyusui, mengoleskan sedikit ASI ppada puting susu dan areola. Biarkan kering dengan sendirinya.
15. Menyendawakan bayi, Perlahan-lahan sampai bayi bersendawa, bila tidak bersendawa tunggu 11–15 menit atau bayi ditengkurapkan dipangkuan           ( Anggraini, 2010 ).

Gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil tentang ASI Eksklusif


Kerangka Konsep


Baik

Tahu

Cukup

Memahami

Kurang

Aplikasi

Analisa

Evaluasi

Sintesis


Keterangan:
                                       
: Variabel tidak diteliti

Tidak ada komentar:

Posting Komentar